Cara Bergabung

Februari 24th, 2010 by maghlihunmadrotillah

Support  System Marketing Online

Jika Anda mau bergabung dengan group DBS kami, berikut langkah-langkahnya:
LANGKAH SATU: And harus masuk ke Web Replika kami. caranya klik>> http://www.aktivasiDBS.com/?id=boytito. Kemudian dibawah halaman web replika ini anda harus mengisi data-data seperti dibawah ini:

Nama Anda
:
Email
:
Tlp / Hp
:
Kota Anda
:

kemudian klik tombol KLIK DISINI. Selanjutnya anda akan dibawah kehalaman berikutnya dan untuk mendapatkan web replika, anda tinggal klik tombol DAFTAR SEKARANG dan isilah Biodata Anda kemudian klik DAFTAR GRATIS. Pada langkah di atas Anda baru mendaftar sebagai bagian dari tim kami di aktivasiDBS.com dalam menjalankan bisnis DBS secara online. Tapi web replika nya masih belum kami aktifkan, karena menunggu dulu langkah berikutnya.
LANGKAH KEDUA: Aktivasi Keanggotaan
Artinya disini, Anda harus terdaftar dulu sebagai member resmi dari PT. Duta Future International (DFI) dan tercatat di situs resmi DFI, http://duta4future.com di dalam group kami. Sekalipun misalnya anda pernah ikut DBS, maka anda tetap harus join lagi (menambah HU) sehingga terdaftar di dalam group kami. Untuk aktivasi ini, Anda perlu membeli starter kit seharga Rp. 200.000,- yang di dalamnya sudah termasuk:
1. Hak Keagenan Pulsa DBS (berlaku selamanya dan dapat diwariskan)
2. Asuransi Kecelakaan s.d Rp 10.000.000,-
3. Kartu Diskon di lebih dari 5000 Merchant Ternama
4. Content DBS, DBS Mobile Ad, DBS Messenger, DBS Taushiah
5. Training & Seminar-seminar Pengembangan Diri
6. Education Pack (Termasuk e-book senilai lebih dari Rp.750.000,-)
7. Program CRP (Customer Refferal Program) yang terbukti efektif dan sangat menguntungkan
Tapi kalau mau investasi lebih besar di bisnis DBS ini, Anda bisa juga memilih investasi 3 HU (3 hak usaha), atau 7 HU (7 hak usaha). Makin besar jumlah HU tentu potensi penghasilan Anda akan semakin besar.
- 1 HU investasinya Rp. 200.000,-
- 3 HU investasinya Rp.. 500.000,-
- 7 HU investasinya Rp. 1.100.000,-
Untuk memaksimalkan Pendapatan kami menyarankan untuk membeli minimal 3 HU.
CARA MELAKUKAN AKTIVASI:
Pada dasarnya proses aktivasi akan langsung diproses oleh Team support aktivasiDBS.com. Petunjuk lebih detil pasti terkirim ke email Anda yang dikirim oleh support system aktivasiDBS.com ketika Anda melakukan LANGKAH SATU.
Intinya adalah:
1. Anda transfer dulu biaya pembelian starterkit ke rekening tim support, sebesar investasi yang Anda pilih (1Hu, 3HU atau 7HU)
2. Lalu konfirmasikan transfer itu via email ke tim support clubDbs. Sebaiknya sertai biodata Anda, seperti contoh di bawah ini:
Nama Sponsor : ………………
ID DBS Sponsor : ……………….
(ini penting sekali, cek di email No ID sponsor Anda)
Nama Anda : ………………
Jenis kelamin : ………………
Email : ………………
No.HP Keagenan : ……………….
Alamat lengkap : ……………….
TTL : ………………
No. KTP : ………………
Bank : ……………….
Nama Rekening : ………………
Nomor Rekening : ………………
Nama Ahli Waris : ……………….
Hubungan Ahli Waris : ………………
Nama Ibu Kandung : ………………
3. Tim support akan memeriksa kebenaran transfer Anda. Jika benar, mereka akan segera aktivasi keanggotaan Anda, dan staterkit pun akan dikirim ke alamat rumah Anda.
4. Lalu website replika pun akan aktif, sehingga Anda bisa mulaimelakukan bisnis. Website Replika tsb nantinya beralamat di http://www.aktivasidbs.com/?id=id_anda
Gimana? Ada yang kurang jelas?
* Mari segera bergabung sekarang juga…!
disini:

Support  System Marketing Online

Mitos Tentang Network Marketing

Februari 7th, 2010 by maghlihunmadrotillah

Support System Marketing Online

image

Kesalahpahaman & Kenyataan

Dalam menjalankan bisnis network-marketing keagenan pulsa bersama Duta Business School (DBS), sering kali kita bertemu dengan orang-orang yang skeptis, ataupun orang-orang yang merasa tahu dan mengerti bisnis network-marketing, tetapi hanyalah orang-orang yang salah paham mengenai sistim dan cara kerja bisnis network marketing. Melalui artikel ini, saya ingin memberikan penjelasan atas 6 mitos ya

ng sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network-marketing.

6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network marketing adalah :

Mitos pertama : Cara terbaik untuk sukses di bisnis network marketing adalah dengan bergabung dengan perusahaan network-marketing baru.

Mitos ini muncul karena adanya anggapan bahwa penghasilan terbesar yang diperoleh oleh pelaku bisnis network-marketing berasal dari awal berdirinya sebuah perusahaan network-marketing. Kenyataannya adalah , tahap awal mungkin merupakan masa terburuk untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing. Mengapa?

Sudah merupakan sebuah kenyataan di dunia bisnis (dan bukan hanya di bisnis network-marketing saja) bahwa 70% dari semua perusahaan baru akan gulung-tikar dalam lima tahun pertama. Kalau begitu, bagaimana Anda bisa yakin bahwa perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bukanlah satu satu dari 70% perusahaan yang gulung-tikar tersebut?

Pada tahap awal sebuah perusahaan network-marketing, semua orang menginginkan dan berharap bahwa perusahaan tersebut akan sukses. Akan tetapi, merosotnya kinerja sebuah perusahaan network-marketing terjadi secara perlahan-lahan dan kadang-kadang tanpa disadari oleh para anggota dan distributornya.

Untuk sukses dalam bisnis network marketing, dibutuhkan investasi waktu dan usaha yang tidak sedikit. Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bangkrut setelah Anda meng-investasikan beberapa tahun dalam bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?

Dari penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa waktu terbaik untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing adalah sesudah perusahaan tersebut berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk mengembangkan bisnis secara legal dan etis , serta memenuhi kewajiban-kewajiban berupa pembayaran bonus kepada distributor secara teratur dan tepat waktu.

Mitos kedua : Kesuksesan seorang network-marketer adalah karena berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan faktor keberuntungan (hoki) merupakan faktor utama kesuksesan seorang network-marketer.

Mitos ini timbul karena potensi income tidak terbatas yang ditawarkan oleh industri network-marketing itu sendiri. Orang-orang yang menjalankan bisnis network marketing mengharapkan untuk mendapatkan income besar dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Tentu saja sebagian besar orang gagal di network marketing dengan pandangan tersebut. Orang-orang yang gagal di network marketing karena kesalah-pahaman tersebut kemudian beranggapan bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis network-marketing dibutuhkan keberuntungan (hoki) yang besar.

Perlu Anda sadari bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan merupakan sebuah hobby, permainan, atau sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang iseng, kurang kerjaan, maupun orang-orang yang ingin cepat kaya tanpa berusaha keras.

Orang-orang yang menganggap network marketing sebagai sebuah hobby ataupun sebagai sebuah permainan biasanya tidak akan sukses menjalankannya. Akan tetapi, orang-orang yang memperlakukan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataupun sebagai sebuah pilihan karir/professi memiliki kesempatan yang besar untuk sukses dalam menjalankan bisnis network-marketing.

Sama seperti halnya di bisnis maupun profesi lain, untuk menggapai sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu juga membekali diri dengan ketrampilan dan keahlian. Anda juga perlu melakukan investasi di perkakas (tools) yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara maksimal.

Mitos ketiga : Network marketing adalah bisnis untuk orang miskin yang bermimpi menjadi kaya raya.

Support System Marketing Online

Walaupun banyak orang-orang yang sukses di bisnis network marketing memiliki latar belakang yang sederhana, pandangan ini merupakan pandangan yang salah. Sayangnya, mitos ini sendiri muncul akibat cerita yang sering digembar-gemborkan oleh banyak pelaku bisnis network-marketing itu sendiri.

Seperti di bisnis-bisnis lainnya, untuk menjadi sukses di bisnis network marketing, orang harus memiliki ketrampilan dan keahlian. Anda juga memerlukan sumber daya seperti modal, kenalan, disiplin dan juga visi dalam menjalankan bisnis Anda. Sebagian orang tidak sukses secara finansial karena memiliki kekurangan-kekurangan seperti tidak percaya diri, tidak tahu cara menyampaikan pendapat, kurang bisa bersosialisasi dan lain sebagainya. Melalui network-marketing, seseorang dapat mengasah ketrampilan-ketrampilan tersebut.

Kenyataan sebenarnya adalah , orang-orang yang sukses di bisnis network-marketing sering kali adalah orang-orang yang juga telah sukses di bidang dan bisnis lain. Oleh karena itu, pandangan bahwa orang miskin yang menjadi kaya-raya setelah menjalankan bisnis network-marketing adalah sebuah pandangan yang tidak benar.

Mitos keempat : Jika network-marketing dapat benar-benar dijalankan, maka semua orang akan menjalankannya sehingga pasar akan menjadi jenuh (saturasi).

Walaupun masuk akal secara matematis, mitos ini tidak pernah terbukti. Sejarah telah membuktikan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang nyata, dan kejenuhan (saturasi) bukan merupakan sebuah ancaman.

Amway , adalah salah satu contoh perusahaan network-marketing tertua dan terbesar di dunia telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Distributor-distributor Amway telah “menggambar lingkaran” dan merekrut distributor baru selama lebih dari 40 tahun, dan sampai sekarang belum ada indikasi bahwa pasar telah jenuh dengan apa yang ditawarkan oleh para distributor Amway ini.

Memang, sistim bisnis network-marketing sangatlah dashyat, akan tetapi tidak begitu dashyat hingga sanggup menghilangkan keacuhan dan ketidakpedulian orang terhadap kedashyatan yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini.

Mitos kelima : Anda harus “memanfaatkan” teman dan keluarga untuk memperoleh income di bisnis network-marketing.

Ini merupakan sebuah persepsi yang sangat salah mengenai bisnis network-marketing. Kenyataannya adalah : Anda tidak memanfaatkan orang lain dan tidak boleh memanfaatkan orang lain untuk mencapai sukses di bisnis network-marketing. Dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing, satu-satunya hal yang “dimanfaatkan” adalah produk dan jasa yang didistribusikan sebuah perusahaan network-marketing melalui para distributor atau agennya. Mesin penggerak bisnis network-marketing adalah produk dan jasa yang dipergunakan oleh para distributor. Dalam hal ini produk dan jasa duta business school adalah adalah chip keagenan pulsa dbs termasuk deposit pulsa bersyaratnya, asuransi jiwa dan kecelakaan dari PT. DFI, serta kartu diskon pada merchant-merchant dbs.

Dalam bisnis network-marketing, Anda tidak memanfaatkan orang lain. Anda hanya menawarkan produk dan jasa yang Anda pergunakan sendiri kepada teman dan kenalan Anda. Jika teman Anda menyukainya, mereka juga akan menggunakannya. Jika teman, saudara dan anggota keluarga Anda yang lain tidak menyukai produk yang Anda tawarkan, Anda tidak perlu memaksa. Itu adalah hak mereka.

Mitos keenam : Kebanyakan orang gagal di bisnis network-marketing. Para “leader” mendapatkan duit dari “distributor kecil”.

Seperti halnya di industri-industri lain, orang-orang yang sukses di bisnis network marketing adalah orang yang paling tekun dan yang berusaha paling keras dalam menjalankan bisnisnya. Di bisnis network-marketing, orang yang sukses adalah orang yang paling banyak melakukan penjualan produk/jasa dan paling banyak membimbing dan melatih distributor atau agen baru hingga bisa mandiri dan sukses.

Jika Anda menjual produk senilai 3 Hak Usaha atau Rp.500 ribu per bulan, dan telah mengembangkan jaringan keagenan sebanyak 500 orang yang masing-masing menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, tentu saja Anda akan memperoleh income 500 kali lebih banyak dari orang yang hanya menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan.

Kesimpulan

Pada akhirnya semoga penjelasan tentang mitos-mitos dalam menjalankan bisnis network-marketing keagenan pulsa bersama Duta Business School (DBS), dapat memberikan pandangan yang obyektif, dan benar sehingga dapat menjadi landasan anda untuk menjalankannya dengan lebih dahsyat!!

Merdeka !!

Support System Marketing Online

Ketulusan dan Konsistensi Kunci Meraih Sukses

Februari 7th, 2010 by maghlihunmadrotillah

Support System Marketing Online

image

Di tahun 2003, ia mulai mengenal sebuah bisnis jaringan food supplement dari Cina yang memakai sistem matahari. Bisnsi ini ia lakukan dengan sungguh-sungguh. Bahkan, agar dapat mengatur waktu antara kuliah dan bisnis, tak jarang ia beristirahat di mushola atau ruang himpunan mahasiswa. “Dulu saya kos di tempat yang benar-benar terpencil dan jalan kaki dari kampus ke tempat kos itu menghabiskan waktu hampir 1 jam,” kenangnya.

Selama dua tahuan Randu berusaha keras di bisnis jaringan sistem matahari itu, namun penghasilannya tidak besar. Padahal, saat itu ia sudah berada di peringkat lumayan tinggi. Dari tabungannya selama dua tahun berusaha keras di bisnis itu, ia hanya dapat membeli sebuah handphone model lama. Salah satu yang membuat Randu kecewa dengan perusahaan food supplement dari Cina tersebut, bahwa perusahaan jaringan itu ternyata mendoktrin member-nya untuk loyal kepada perusahaan dengan mengajak member-nya untuk tidak bekerja pada orang lain (sebagai karyawan) dan mengompori mereka untuk tidak membuat usaha sendiri, karena menciptakan usaha itu sendiri sangat sulit. Sekarang Randu sadar, penghasilan dan omzet member dalam bisnis jaringan yang memakai sistem matahari memang tidak transparan. Padahal, salah satu syarat sebuah sistem bisnis dapat dikatakan halal ialah jika sistemnya transparan, seperti halnya bisnis DBS yang penghasilan dan omzet semua member-nya transparan.

Himpitan ekonomi yang dialami Randu membuatnya tidak menyerah untuk tetap berbisnis, ia pun akhirnya memutuskan mencoba sistem jaringan yang menggunakan sistem Binary. Ada sebuah cerita menarik, saat itu, Randu yang sudah berbisnis jaringan binary berusaha untuk mengajak teman-teman kampus untuk ikut bergabung dengan bisnis yang ia jalankan. Namun, teman-temannya ini lebih tertarik untuk berjuang mendapatkan beasiswa daripada berbisnis sendiri. Beberapa temannya malah meremehkan dan mencemooh bisnis yang ia jalankan. Karena tanggapan yang seperti itu, randu menantang teman-temannya, bahwa ia akan mendapatkan beasiswa yang ada. Sungguh sangat luar biasa, Randu mendapatkan beasiswa SPP gratis untuk kuliahnya sampai ia lulus. Bahkan, ia mendapat tunjangan hidup sebesar Rp. 200.000 per bulan. “Mungkin itulah yang dimaksud dalam buku The Secret. Apa pun yang kita mau, asalkan kita sungguh-sungguh berusaha dan yakin, kita pasti akan mendapatkannya.

Tahun 2005 Randu menjadi salah satu leader network marketing yang terkenal di Indonesia. Namun, di tengah perjuangan Randu beserta team membangun bisnis itu, perusahaan melakukan gelagat aneh. Kemudian, Randu beserta team membuat program di komputer bagaimana nasib perusahaan selanjutnya. Ternyata, dari hasil program yang mereka buat menunjukkan, bahwa perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama lagi dan akan mengalami kebangkrutan. Akhirnya, Randu dan team mengadakan rapat yang menghasilkan empat pilihan: tetap di perusahaan walaupun mau bangkrut; berhenti total berbisnis (fokus kuliah saja); kerjasama membuat usaha konvensional; atau cari peluang yang baru. Dari keempat pilihan tersebut, ada yang pro dan ada yang kontra. Tapi, Randu tidak mau menyerah dengan keadaan. Randu memilih pilihan yang keempat; tetap berjuang dengan mencari peluang bisnis baru, walaupun pastinya akan banyak tantangan yang dihadapi. Cemoohan, hinaan, bahkan ancaman via telepon dan SMS terus menerus diterimanya. Sungguh luar biasa, meskipun ancaman dan teror terus bergulir, Randu tidak pernah mengganti nomor handphonenya hingga sekarang.

Randu tidak pernah mengeluh atau stress. Dengan bersikap dan berpikir tenang, ia mengambil kesimpulan bahwa bisnis dengan system matahari penghasilan kecil, tapi perusahaan bertahan lama. Sedangkan di bisnis sistem binary, penghasilan besar, tapi umumnya perusahaan tidak berumur lama. “Asalkan dalam bisnis sistem binary membentuk jaringan dengan matrix sempurna tanpa terkena flushout perusahaan bisa “jebol” setelah kedalam tertentu,” terangnya.

Dari program yang Randu beserta team yang beranggotakan mahasiswa Itb, mereka dapat “menjebol” semua sistem binary dari hitung-hitungan program komputernya. Namun, beberapa orang dari team mulai menyerah karena tidak segera mendapatnya perusahaan yang memberikan penghasilan besar, seperti sistem binarinya, dan sekaligus aman seperti sistem matahari.

Akhirnya, ditahun 2007 Randu bertemu dengan PT. Duta Future International (DFI). Dari perhitungan program komputer yang dibuat Randu beserta teamnya tadi, marketing plan PT. DFI aman dan memberikan penghasilan besar kepada member, karena memakai sistem bagi hasil yang transparan. Apalagi perusahaan DFI di pimpin oleh orang yang luar biasa, Bapak Febrian, yang diakui Randu memiliki kecerdasan yang luar biasa, baik otak maupun emosionalnya.

Randu akhirnya memutuskan untuk berjuang di PT Duta Future International, walaupun waktuitu ia merasakan perih karena sebagian team nya meninggalkannya. Randu memula bisnis DBS double minus; minus modal dan minus kepercayaan dari semua orang.

Setelah perjalanan panjang yang tidak mudah ia lewati, dengan komitmennya yang sampai sekarang tidak pernah bolos menghadiri pertemuan-pertemuan DBS, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil. Sungguh luar biasa, sekarang Randu dapat menikmati hasil perjuangannya; dua mobil sport, Celica dan BMW Z3 yang parkir dengan mulis di garasi rumah, dan dua rumah yang salah satunya sekaligus dijadikan tempat kos khusus putri dengan 25 kamar di wilayah Cikutra, Bandung. selain itu, Randu berhasil melunasi semua hutang yang sempat melilit kedua orang tuanya. Bahkan, pria yang hingga saat ini masih berstatus lajang ini telah mengantarkan kedua orangtuanya yang ia cintai naik haji dan membelikan mereka mobil Toyota Rush. Impiannya untuk DFI adalah membuat semua orang Indonesia bergabung dengan DBS dan menjadikan semua warga Indonesia mejadi entrepreneur sejati. Bahkan saat ini DBS sudah banyak mendapat penghargaan dari pemerintah dan mulai go international.

BUKTI Penghasilan Bpk. Randu Sekti Wibowo
Platinum Entrepreneur Nasional

Login ID  : DBS23944
Password : sukses
Penghasilan dari bisnis ini bisa dilihat secara real time klik www.duta4future.co.id , Liat Bonus Harian , Mingguan , dan Total Bonus . Itu hanya dari 1 Hak Usaha saja dan untuk melihat Hak Usaha atau ID yang lain anda harus Logout terlebih dahulu, dan Login menggunakan ID DBS yang lain.

Apakah anda ingin berubah? Apakah anda ingin menjadi orang yang luar biasa? Anda ingin membahagiaan orang-orang yang anda cintai? Bisnis DBS adalah solusinya. Sumber: Go Freedom edisi 02/2009.

Support System Marketing Online

Selalu Tertantang Membuat Inovasi

Februari 7th, 2010 by maghlihunmadrotillah
image

Di tahun 2002, Rachmatulloh memutuskan untuk menikah dengan teman kampusnya, Lina Aviyanti (31). Setelah menikah, ia mencoba beberapa bisnis lain, antara lain berjualan busana muslim di Da’arut tauhid, membuka bengkel Vespa, dan berjualan barang-barang furniture. Namun semua usaha yang ia lakukan ini kandas di tengah jalan.

Saya sering mengalami kebangkrutan dalam beberapa usaha saya, karena saya tidak ahli dengan apa yang saya lakukan ,” akunya. Walaupun tahun 2004 menyelesaikan studi tidak tepat waktu karena beberapa faktor, Rachmatulloh tidak lama menganggur. “Kebetulan” wisuda sekitar bulan November, dan pada bulan Desember ada tes CPNS. Waktu itu Kota Bogor membutuhkan empat orang guru Fisika. Saya ikut dan dari ratusan peminat, hanya empat yang lulus untuk menjadi guru Fisika. Saya langsung diterima di SMA 9 Bogor,” lanjutnya.

Menjadi seorang guru tidak membuat gairah berwirausahanya menurun. Di tengah kesibukannya sebagai seorang pengajar, Rachmatulloh bersama beberapa rekan seprofesinya membuka usaha bimbingan belajar dengan nama An-Nahl di rumahnya di Bogor. Usaha yang di mulai dari nol berkembang cukup pesat. Namun, usahanya ini hanya berjalan dua tahun. Munculnya perbedaan persepsi membuat usaha ini tersendat. “Saya yang baru pertama kali bekerja di bimbingan belajar, keteteran dengan pola kerja yang luar biasa. Saya keluar dan membuat bimbingan belajar yang lain dengan nama Spektrum di tahun 2006 ,” tutur Rachmatulloh. Bahkan, dengan menggadaikan SK PNS miliknya ke Bank senilai 35 juta, ia membuka usaha warnet sebagai pendamping bimbingan belajarnya.

Di tahun inilah, seorang teman kuliahnya, Nu’man Nulhakim datang berkunjung ke kediamannya di Bogor. Saat itu, dirinya mengajak teman lamanya ini untuk bergabung menjalankan bimbingan belajar yang sedang ia jalankan ini. Namun, setelah pertemuan itu, sahabatnya ini tidak ada kabarnya lagi. Dua tahun berlalu semenjak pertemuan dengan sahabatnya itu, tanpa diduga pada tahun 2008, saat sang istri yang menjadi dosen di UPI melakukan pembinaan ke guru-guru di Sumedang, bertemu kembali dengan Nu’man yang saat itu mejadi guru honorer. Melalui sang istri inilah Nu’man menawarkan bisnis jaringannya kepada Rachmatulloh.

Pada awalnya, Rachmatulloh sangat antusias dengan ide dari teman kampusnya ini, “Yang ada di benak saya, waktu itu karena saya membuka warnet, bisnis yang ditawarkan oleh Pak Nu’man ini adalah bisnis jaringan Internet. Saat itu juga saya langsung menghubungi Pak Nu’man ,” tuturnya. Saat bertemu kembali, ternyata apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Nu’man ialah bisnis bersama Duta Business School (DBS). Hal itu sempat membuat ia kecewa, karena ia tidak pernah tertarik dengan yang namanya bisnis jaringan. Bahkan, ketika Nu’man akan menjelaskan bisnis ini, ia sempat menolak sambil mengatakan, “Ya, sudah, mana bukunya? Nanti saya lihat lag i,” lanjutnya. Karena ingin menghargai Nu’man sebagai karibnya, dirinya pun bersedia didaftarkan oleh Nu’man di satu titik hak usaha. Itu pun dengan menggunakan uang Nu’man terlebih dahulu. Rachmatulloh mengaku, walaupun sudah menjadi member DBS, saat itu dirinya tidak menjalankan bisnis yang luar biasa ini.

Di awal perjuangannya, Rachmatulloh bersama sang istri berjuang sendiri tanpa ada upline atau sponsor yang dijadikan tempat berkonsultasi. Karena Upline -nya Nu’man, berdomisili di Bandung, sedangkan dirinya di Bogor. Rachmatulloh yang saat itu masih aktif mengajar mencoba mengembangkan jaringannya di lingkungan sekolah terlebih dahulu.

Tiga bulan berusaha mengembangkan jaringannya di SMA 9 Bogor, Rachmatulloh sering meninggalkan tugasnya sebagai pengajar, karena ia harus fokus mengembangkan jaringannya di Cimahi, “saya sedang mengurus kepindahan saya, tapi sampai sekarang belum selesai juga, ” lanjutnya. Sang Istri yang memang bergabung bersama DBS mencoba mengembangkan jaringannya di kampus dengan mengajak rekan-rekan dosen. Namun, saat itu usah ayang ia lakukan bersama istri mendapat rintangan. Dosen-dosen yang diajak oleh sang istri menolak dengan keras… “disebut money game, penipuan, dan lain sebagainya. Di situ saya ngak terima. Saya pun termotivasi untuk membuktikan bahwa bisnis ini bukan seperti yang mereka pikirkan,” tandasnya.

Dengan ketekunan dan kerja keras, jaringan yang dibangun oleh Rachmatulloh lambat laun berkembang. Ia yang pada awalnya hanya mempunyai satu titik, akhirnya melengkapi titik hak usahanya. Tiga bulan setelah bergabung dengan DBS, dengan penghasilan 3 – 4 juta per hari , Rachmatulloh dapat membeli sebuah mobil Timor yang hingga saat ini ia kendarai untuk kegiatannya sehari-hari. Selain itu, karena termotivasi ingin membahagiaan keluarganya, Rachmatulloh yang dahulu masih mengontrak rumah di wilayah Sariwangi, Cimahi, saat ini sudah mampu membayar uang muka untuk rumah berlantai tiga yang sedang ia bangun. Bahkan, ia membelikan sebuah mobil Honda Jazz terbaru untuk sang istri sebagai kado ulang tahun dan menghajikan orangtuanya dari hasil DBS.

Kang Deden (demikian biasa disapa), berharap, Duta Business School (DBS) tidak hanya mengenai rekrutmen saja, tapi juga benar-benar membuat orang untuk mempunyai jiwa entrepreneur. “Jadikan DBS sebagai alat atau media saja. Sebagus apapun DBS, kita tidak pernah sukses bila kita tidak mau berusaha. DBS sudah memberikan contoh yang luar biasa kepada kita, bahkan DBS menjadi inspirator nasional untuk bisnis-bisnis sejenis. Artinya, alhamdulillah saya sudah berdiri di tempat yang tepat. Saya berharap DBS tidak pernah berhenti untuk melakukan perbaikan dan menutup diri dengan perubahan-perubahan yang ada ,” tuturnya.  Salam sukses…

BUKTI Penghasilan Bpk. M. Rachmatulloh
Gold Entrepreneur Nasional

Login ID  :
DBS290103
Password : Bismillah
Penghasilan dari bisnis ini bisa dilihat secara real time klik www.duta4future.co.id , Liat Bonus Harian, Mingguan dan Total Bonus . Itu hanya dari 1 Hak Usaha saja dan untuk melihat Hak Usaha atau ID yang lain anda harus Logout terlebih dahulu, dan Login menggunakan ID DBS yang lain.

Sumber: GoFreedom edisi Agustus-September 2009

gabung disini:

Support System Marketing Online

Aa Gym Tentang Network Marketing

Februari 6th, 2010 by maghlihunmadrotillah
image

DBS adalah sebuah asset dari anak bangsa yang seyogyanya berbagai pihak mempelajari dan membantu agar asset ini benar-benar bisa optimal kemanfaatannya. Kekurangan pasti ada dan tugas kita membantu memperbaikinya. Bukan hanya semata tidak suka lalu mencela atau meluluhkannya. Inilah sebuah karya anak bangsa yang ingin berbuat sesuatu dibalik kekurangannya ”, ujarnya setelah memberikan tausiyah pada seminar DBS di Hotel Posters, Bandung, Kamis (21/5).

Sarana Aa untuk DBS, terutama didalam rekruitmentnya. “orientasi bukan hanya pada materi tapi kepada peningkatan keimanan dan kualitas diri, peningkatan kemanfaatan buat orang dan hal ini perlu pembinaan yang terstruktur sehingga orang tidak diiming-imingi buah tapi senang dilatih membuat pondasi yang bagus, proses yang berkah. Buah tidak akan meleset kalau akarnya bagus, kalau dirawat dengan bagus pasti berbuah sendiri. Oleh karena itu, Aa pun ikut memikirkan hal ini, semoga manfaat.”, harap Aa Gym. Id DBS1302960.

“… Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri .” MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam prakteknya dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturrahmi, tolong-menolong dan tawakal dalam merubah nasib.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tdak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yang tidak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya.

Dalam melaksanakan kekhalifahan-Nya itu, Allah menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al-Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 62: “apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung”. Carilah karunia Allah pada ayat tersebut banyak menyebutkan kwajiban manusia untuk bekerja dan berusaha bukan semata-mata uang.

Kata K.H. Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika , rubrik Taushiyah , alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.

Pertama , keuntungan amal shaleh.

Kedua , keuntungan membangun nama baik.

Ketiga , keuntungan menambah ilmu.

Keempat , keuntungan membangun tali silaturrahmi atau relasi yang baik.

Kelima , keuntungan yang tidak sekedar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Ternyata, dari lima alat ukur itu semua terakomodir dalam bisnis Network Marketing atau biasa disebut MLM . Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturrahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis Network Marketing. Sebab, dalam bisnis Network Marketing, dibangun atas dasar dua prinsip; menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini. Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturrahmi (dalam Network Marketing disebut home sharing, home meeting ). Dalam silaturrahmi ini, pelaku bisnis ini ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.


Silaturrahmi , dalam bisnis Network Marketing, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan shabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru. Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturrahmi dan  menjual, juga dianjurkan. Silaturrahmi dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturrahmi ”. Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasulullah menjawab: kerja dengan seseorang dan jual beli yang mabrur. Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun.

Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang sampai ke negeri Syam membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh; Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua ” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader , yang dalam Islam sering dikenal dengan sebutan Taushyiah (saling berbuat kebaikan). Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan Aa Gym sebutan akrab K. H. Abdullah Gymnastiar diperoleh keuntungan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.

Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah,” demikian cuplikan dari surat kabar. Salam Sukses. Sumber : Tabloid DBS 01/Tahun I/Juni 2009.